Siapa Musuh Batman yang Paling Berbahaya?

Ada sedikit kekecewaan usai menonton The Dark Knight Rises. Bukan karena ini merupakan episode terakhir trilogi Batman garapan Christopher Nolan, tetapi karena karakterisasi supervillain alias musuh Batman di film ini yang lebih simpel dibanding prekuelnya.

The Dark Knight Rises mengusung Bane sebagai musuh utama Batman. Lahir dan dibesarkan di penjara bawah tanah dan sempat menjadi murid Ra's Al-Ghul, Bane digambarkan sebagai seorang militan-revolusioner yang sangat terlatih dengan kekuatan mental maupun fisik di atas rata-rata, memiliki kecerdasan tinggi yang membuatnya menjadi perencana aksi terorisme yang ulung, namun di sisi lain menderita kesakitan permanen akibat cedera akut di masa lalu yang membuatnya harus mengenakan semacam masker berisi analgesik yang harus terus dihirupnya untuk mengurangi rasa sakit.

Batman vs Bane
 Bane versi Nolan memiliki hubungan khusus dengan putri Ra's Al-Ghul, Talia, yang menyamar sebagai Miranda Tate, yang menyimpan dendam atas kematian ayahnya di tangan Batman. Keduanya bersama-sama melancarkan aksi balas dendam kepada kota Gotham dengan menyandera 12 juta warganya menggunakan hulu ledak fusi nuklir.

Walau sepintas terlihat lebih sangar dan berbahaya dibanding Joker, Bane adalah karakter konvensional yang mudah ditebak. Dia tidak berbeda dengan kebanyakan penjahat-penjahat film lain: sederhana, terukur, memiliki tujuan yang ingin dicapai, sasaran yang jelas, dan perencanaan.

Sebaliknya dengan Joker, musuh Batman di The Dark Knight (2008). Joker adalah karakter yang sangat kompleks. Joker adalah musuh paling unik buat Batman karena dia sendiri tidak pernah membenci atau memposisikan dirinya sebagai musuh. Joker hanya ingin bermain-main sembari merusak kemapanan dan citra sang manusia kelelawar.

Joker tidak pernah berniat membunuh Batman bahkan ketika kesempatan untuk melakukan itu ada. Sebaliknya, dia mau mengorbankan apa saja hanya untuk mengejar kesenangan dan obsesinya membuka identitas manusia di balik topeng batman. Untuk apa? Tidak ada. Hanya untuk memenuhi rasa penasaran belaka.

Joker Jawa
Joker adalah gambaran psikopat sejati. Antisosial. Senang melihat dan menciptakan kekacauan. Kegemarannya adalah memantik anarki dan situasi di mana orang-orang normal - demi keuntungan dan keselamatan sendiri - berubah menjadi egois dan saling membinasakan satu sama lain.

Sifat ini digambarkan secara brilian oleh Nolan pada adegan perampokan bank di awal film ketika kawanan perampok pimpinan Joker satu per satu membunuhi rekannya sendiri demi mendapat bagian yang lebih besar. Juga pada adegan ketika anak buah mafia kulit hitam Gambol disuruh berkelahi sampai mati demi bisa bergabung menjadi anggota Joker, atau ketika warga berebut ingin menembak Coleman Reese, akuntan Wayne Enterprises yang hendak membocorkan identitas Batman, agar Rumah Sakit tempat keluarga mereka dirawat tidak diledakkan oleh Joker.

Joker adalah karakter kriminal yang berbahaya karena dia tidak punya motif, tidak menyimpan rencana, dan tidak memiliki tujuan. Penjahat yang tidak memiliki motif tidak pernah merasa bersalah atau menyesali tindakannya. Tanpa rencana, langkah-langkahnya tak bisa ditebak. Dan tanpa tujuan, kita tidak bisa mengantisipasi tindakan selanjutnya.

Joker tidak hanya berbahaya di film. Di kehidupan nyata, akan banyak kita temukan karakter 'Joker' di sekitar kita. Rekan di lingkungan kerja yang gemar mengadu-domba sesama kawan demi kepuasan pribadi. Atasan yang gemar membuli bawahan sekadar untuk memamerkan 'power' yang dimilikinya. Atau 'perusuh' di lingkungan tempat tinggal kita yang menikmati suasana permusuhan yang diciptakannya.

Adakah seorang Joker di sekitar Anda?

Komentar